Sabtu, 12 Mei 2012

Talkshow Motivasi Studi Lanjut & Meraih Beasiswa LN


Sebuah reportase sederhana dari kegiatan yang sudah berlalu.


Di penghujung bulan Januari awal tahun ini, pengurus komunitas mendapat kabar bahwa salah seorang dosen UNP yang sedang melanjutkan studi S2 di Luar negeri akan pulang kampuang. Tidak tinggal diam, maka dengan segala keterbatasan sumberdaya, pengurus komunitas ini mendesign sebuah kegiatan. Kegiatan tersebut berupa TALK SHOW MOTIVASI STUDI LANJUT & MERAIH BEASISWA LN (edisi Saudi Arabia, karena pemateri kuliah disana). Bertepatan dengan tanggal 1 Februari 2012, maka kegiatan tersebutpun di helat.

Panitia yang berasumsi bahwa peserta akan hadir seadanya saja ternyata kewalahan. Sebab kegiatan yang promosinya hanya dari mulut ke mulut ini berhasil menghadirkan peserta diluar ekspektasi panitia. Tidak banyak memang, hanya penuh (-ada yg tak kebagian kursi) satu lokal kuliah MKU. Tapi bagi sebuah komunitas yang baru seumur jagung ini tentu sebuah pencapaian yang mampu memotivasi person internalnya untuk lebih baik dimasa yang akan datang.


Pemateri saat itu adalah Bapak Miftahul Khair, M.Si, yang merupakan dosen di jurusan Kimia UNP. Beliau menyelesaikan studi S2 nya di negeri kincir Angin Belanda dan sekarang sedang dalam masa untuk menuntaskan program Doktoralnya di KSU Arab Saudi (King Saud University).

Pemateri menjelaskan tentang pengalaman beliau dalam proses memperoleh beasiswa untuk studi lanjut, hal apa saja yang mesti disiapkan. Langkah-langkah yang harus dilalui serta tentang iklim kuliah di luar negeri. Dan khusus untuk kuliah di Saudi Arabia beliau memaparkan peluang yang terbuka lebar, tidak saja untuk ilmu-ilmu syari, tetapi juga untuk bidang ilmu lainnya seperti eksakta. Kuliah di saudi free of charge  alias gratis. GRATIS untuk semua warga dan juga mahasiswa asing. Yang membuat kita terpana adalah, seluruh mahasiswanya diberikan uang saku untuk hidup, jika kita menjadi research asisstant maka fee yang akan diterima bertambah besar. Kalau berbicara tentang fasilitas, maka negeri kaya minyak ini juga tak kalah lengkap. Bukan sekedar lengkap, tapi juga mutakhir.

Namun demikian, beliau juga secara fair memaparkan kekurangan kuliah di SA, antara lain  adalah birokrasi yang lambat dan masa studi yang lebih lama. Iklim kompetisi dan akademik di saudi memang sedikit lebih rendah dibanding dengan negara-negara maju lainnya. Tapi jika kita sungguh-sungguh maka kita bisa memanfaatkan hal itu dengan sebesar-besarnya.


Satu hal yang paling penting adalah niat kita untuk melanjutkan study tersebut. Jangan sampai hanya sekedar untuk mengejar dunia saja. Tetapi harus ikhlas karena Allah dan untuk berkontribusi kepada Ummat. Maka insya Allah dunia akan dapat dan akhirat akan selamat.


Pesan terakhir beliau saat menutup sesi diskusi adalah, memperoleh beasiswa LN tidak mudah, dan kita biasanya terkendala di proses yang paling awal sekali, yakni TOEFL (atau IELTS-red). Jangan bicara tentang kuliah keluar negeri dulu jika kita belum siap dengan  TOEFL. Sebab untuk mendaftar saja diminta ini, belum lagi seleksi berkas dan selanjutnya. So HARUS PERSIAPAN TOEFL (atau IELTS-red) DARI SEKARANG. Walau untuk ke Arab Saudi TOEFL tidak terlalu ketat dibanding dengan kenegara Barat, tetap saja jika kita memiliki skor yang bagus akan diprioritaskan.


Demikianlah repostase singkat dan terlambat ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga beberapa waktu mendatang admin blog juga bisa menampilkan kiriman posting dari sahabat yang sedang belajar di Belanda, sedang kuliah di Jepang, sedang studi di Arab Saudi, sedang menuntut ilmu di Prancis dan negeri-negeri lainnya. BUMI ALLAH ini sungguh luas, maka bersafarlah kamu dengan penuh kesyukuran. ^_^



0 komentar:

Posting Komentar