This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 05 Juni 2012

EBOTEC#2 (ELins Robot Compettion) : Deadline 6 JULI 2012

Copas dari www.mitimahasiswa.com

ebotec#2 adalah lomba robot line follower nasional yang diselenggrakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi serta Keluarga Mahasiswa Diploma Elektronika dan Instrumentasi. ebotec#2 ini merupakan salah satu dari rangkaian acara dari Festival Elektronika dan Instrumetasi. Acara ini merupakan acara kedua setelah Seminar Nasional Aerospace Elinsphoria#3. Tema acara ebotec#2 tahun ini adalah ROBOTISME.

Hadiah

Total Rp 7.000.000,- dan trophy bagi pemenang Ebotec 2012.
Juara 1: Uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000,- dan trophy Gubernur DIY
Juara 2: Uang pembinaan sebesar Rp 2.000.000,- dan trophy Bupati Sleman
Juara 3: Uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000,- dan trophy Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga
Juara 4: Uang pembinaan sebesar Rp 700.000,- dan trophy Rektor UGM
Best Design: Uang pembinaan sebesar Rp 300.000,- dan trophy Dekan Fakultas MIPA UGM

Fasilitas

  • Makan Siang
  • Sertifikat
  • Sticker

Waktu dan Tempat

Hari dan Tanggal: Minggu, 15 Juli 2012
Tempat: Fakultas MIPA UGM, Sekip Utara, Yogyakarta.

Persyaratan Peserta

  1. Peserta masih berstatus sebagai siswa SMA/sederajat dan/atau mahasiswa dengan jenjang D1, D2, D3, D4 dan S1 dalam lingkup sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.
  2. Jumlah tim peserta dari setiap institusi tidak dibatasi.
  3. Setiap tim maksimal terdiri dari 3 orang dan 1 robot yang berasal dari sekolah atau perguruan tinggi yang sama.
  4. Setiap individu dan robot hanya diperbolehkan terdaftar dalam 1(satu) tim.
  5. Pendaftaran sampai dengan tanggal 06 Juli 2012 (online) 07 Juli 2012 (offline) jam 15.00 WIB atau jika kuota peserta sudah terpenuhi.
  6. Peserta yang mendaftar diharuskan melunasi semua administrasi pendaftaran sebelum tanggal 06 Juli 2012 dengan toleransi pelunasan pada saat Technical Meeting dan disarankan langsung melalui rekening bank yang sudah ditentukan.

Pendaftaran

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 21 Mei – 7 Juli 2012.
Biaya Pendaftaran: Rp 150.000,-/tim
Call Center Pendaftaran: 087839204507 (Satrio), 085643511985 (Kristina)

Sistem Pendaftaran Online:

  • Peserta membayarkan biaya pendaftaran Rp 150.000,- dengan cara transfer ke Bank Mandiri KC Sukabumi Sudirman dengan no.rekening 133 00 1050675 6 atas nama Dianita Fitriani P
  • Bukti Pembayaran yang ASLI harap discan untuk dilampirkan pada email dan disimpan untuk keperluan registrasi ulang pada saat hari pertandingan.
  • Peserta WAJIB mengirimkan SMS konfirmasi pembayaran ke nomor 087839204507 (Satrio) dengan format: PENDAFTARAN EBOTEC (Nama Tim) (Kota Asal) (Hari-Jam Waktu Pembayaran)Peserta akan mendapat konfirmasi pembayaran dari panitia.
  • Peserta mengirimkan email ke ebotecugm@gmail.com dengan format:
    Subject : PENDAFTARAN EBOTEC_(Nama TIM)_(Sekolah/Perguruan Tinggi)_(Kota Asal)
    Isi : Nama ketua dan anggota tim + Alamat email + Nomor HP
    Lampiran dalam bentuk arsip(zip/rar) berisi scan-an atau softcopy:
    • Bukti Pembayaran (untuk ATM) atau bukti transfer yang setara lainnya (untuk eBanking/mBanking/SMS Banking) dengan nama file: “Bukti_(Nama Tim)
    • Formulir pendaftaran yang telah diisi & ditandatangani. Formulir dapat didownload disini.
    • Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)/Kartu Pelajar masing-masing anggota dengan nama file: “(Nama anggota)_(Nama Tim)
    • File Foto dengan size max 800×600 pixel masing-masing anggota dengan nama file: “(Nama anggota)_(Nama Tim)

Sistem Pendaftaran Offline

Batas waktu pendaftaran: 07 Juli 2012
Peserta dapat datang langsung di Sekretariat HMEI (Himpunan Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi) FMIPA (Sayap Utara) UGM, pada jam 09.00-17.00 WIB untuk membayar biaya pendaftaran dan mengisi formulir pendaftaran dengan syarat administrasi yang harus dibawa (untuk masing-masing anggota):
  • Pas foto 3×4 cm (1 buah)
  • Fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)/Kartu Pela jar (1 buah)
Contact Person:
Ardi (087838818085)
Kristina (085643511985)
Adit (085729118959)
facebook : FEI 2012
Twitter : @fei_2012
website : http://fei.hmei.elins.org

Rabu, 30 Mei 2012

Contoh Motivation Letter untuk Aply Beasiswa LN

Alhamdulillah... Perjuangan pada akhir Maret lalu terjawab pada 20 Mei 2012. Aplikasiku untuk menuntut ilmu di Formosa diterima. Alhamdulillah.. MaasyaAllah...

Sekedar berbagi pengalaman dan cerita, di postingan ini aku lampirkan contoh esai yang kukirimkan ke Admission Office of National Chengchi University (NCCU), Taipei. Info lengkap tentang NCCU bisa di lihat di SINI. Essay yang diminta mereka, terdiri dari 3 pertanyaan yang harus dijawab oleh aplikan dengan batasan maksimum jumlah kata. Yang dicetak tebal itu pertanyaannya ya :D.

Jaa, berikut di bawah ini adalah jawabanku. Semoga bermanfaat untuk memberi gambaran dalam membuat motivation letter/ essay :D. #maaf kalau banyak grammar yang salah ^^"


Ini logonya (calon) kampusku; National Chengchi University, di Taipei


ESSAYS

1.    Describe your short-term and long-term career goals and explain how your past experience together with an IMAS degree from NCCU will contribute to your achieving them. (1000 words maximum)

My previous education was International Relations (majoring East Asian studies) and post-graduate program of Japanese Studies. Since the beginning, I have strong passion and curiosity on East Asian studies in interdisciplinary context. As we know that this regional has a very great history of civilization. Furthermore, many scholars mentioned that the countries in this region will be the next world’s main power as it shows many developments in many sectors; not only in the term of “hard diplomacy” but also the “soft diplomacy”. To support this passion, I also learned Chinese, Japanese and Korean language for helping me to communicate and understand the society in this region.  

I have very high curiosity and passion on how international people relate each other through many kinds of interaction, communication and cooperation in the term of interdisciplinary studies. Furthermore, in this globalization era, international relations are not dominated by the state actors anymore but already spread to grass-root actors (multi-track diplomacy). I want to connect and build up my international networks, and also promote Indonesia – Taiwan’s relations through education.  

For my career goals, I want to be a lecturer and researcher with East Asian expertise. I have a strong commitment to realize the concepts of education; 1) emphasizing knowledge, 2) growing the maturity and 3) developing the good manners. Of course, to be a good lecturer and commit with those concept, I have to increase my quality of knowledge and research. Beside of being a lecturer and researcher, in the future I want to be the head of international office in my institution. Nowadays, building up and maintaining an international network between the educational institutions is highly needed, especially in this more globalize world. My mid-long term goal is developing the Taiwan-Indonesia’s relations and cooperation, not only in political, economical, and security aspects, but also in cultural aspects. 

When I read this program, I found that IMAS NCCU has a comprehensive curriculum on Asia Pacific Studies, specifically in East Asian Studies, that is suitable with my study focus and passion. That is why; I am highly motivated to continue my study in IMAS NCCU Taiwan. Having an IMAS degree from NCCU will help me to broaden my perspective and knowledge, and also increase my capability to be a qualified lecturer and East Asian studies expert. Furthermore, Indonesia and Taiwan relations are still developing and I do hope that in the future it will grow more and more. With my experience studying in IMAS - NCCU Taiwan, it will give me a direct experience and knowledge about Taiwan itself.

2.    Based on your current understanding of the IMAS program curriculum, describe your initial study plan. Among other relevant information, please describe your specific research focus or interest, the rationale or motivation for pursuing your research interest, the relationship between your educational or professional experience and your research interest, courses that are related to your interest, and your plan to complete the program within a reasonable length of time. (1000 words maximum)  

I am interested in socio-culture. As for my research, I will focus on ethnic development in China, especially how the government manages the minority issues in north-west region of China. So, I want to learn and do a comprehensive research about this topic during my study in IMAS. The reason why I am interested in this topic is because Indonesia has multi-cultural and multi-ethnic background and there are a lot of conflict which caused by it. To get a better understanding and comprehension, it is important for me to do comparison studies.

Having research in this field will give me a vision about how to manage the minority issue. Furthermore, in my opinion there is some similarity between Indonesia and China on it. By comparing the ethnic issue between Indonesia and China, I hope I can have valuable knowledge and understanding, so that it can be implemented in Indonesia to manage the problems. As for the reason why I choose and conduct this research theme in Taiwan is because of the educational atmosphere in Taiwan that is conducive and supportive.

After seeing the IMAS curriculum, I found some courses that are suitable with my study and research focus. Beside of taking the required courses, I will also take the elective courses that are related to my research. Those courses are:
•    Chinese Philosophy and Religion
•    Ethnic Development of Mainland China
•    International Status of Mainland China
•    Political Development of Mainland China
•    Research Methods in China Studies
•    Spatial Development of Mainland China
•    Social Development of Mainland China 
•    Cultural Ethnic Structure of Taiwan

During my stay and study period in Taiwan, I also planning to increase my ability in Chinese language and learn more Chinese culture. As for the length of time, I’m planning to complete my degree in IMAS - NCCU in two years (until mid-year 2014), including for my thesis. Of course, during these two years, I will do my best effort to finish my study on time, without ignoring the quality of my research and study. 

3.    Please include any other information that you believe would be helpful to the Admissions Committee in considering your application. (500 words maximum)

I have good academic record and achievement, not only in my bachelor degree time in University of Gadjah Mada but also in master degree in University of Indonesia. I ever joined several international events and conferences in Japan, Turkey, Lao PDR, and Thailand, which gives me adaptability skill in multi-cultural and international atmosphere. It also helps me to increase my ability on using foreign language and communication fluency. 

I also join several organizational activities which increase my leadership skill, such as; managing work, adaptability, decision making, and initiating action. In my organization, I am responsible to provide scholarship information to the university students and also give some seminars/ workshop to increase their motivation and courage to study abroad. From it, I learn how to develop and coach others. And from my working experience, I got chance to increase my skill on writing and engaging the public through online and printed media, where I responsible for the communication and content management.

I always interested with something ‘new’ such as cultures. So that’s why, during my study in Taiwan, I’m planning to increase my proficiency in Mandarin. In exchange, I would be very happy for introducing and discussing about my origin country, includes its cultures and languages with other students in NCCU. 

Indonesia has many diverse cultures inside herself. There are hundreds of ethnic, local languages, and also various traditional customs which is spread in thousands of islands. 

In my opinion, by understanding the other cultures and languages, we can communicate and understand each other which can support the people to people understanding. I’m sure by sharing and discussing, these can help us to broaden our perspective and knowledge. The more experience we will have, the more knowledge we will gain. By gaining more knowledge, we can increase our chance to create a better understanding about the others. 

With those explanations above, I am sure that I am the suitable candidate for the IMAS program. I hope it can be helpful for the admission committee to consider my application. I am really excited and highly motivated to be the part of IMAS – NCCU, Taiwan.
 
 
 
 
Sumber Informasi: Situs Mba Retno Chiku

Selasa, 22 Mei 2012

Akhlak, Kejujuran, dan Pendidikan

Abdurrahman Ibn Khaldun (1332 M-1406 M), lahir di Tunisia, adalah sosok pemikir muslim legendaris. Ibnu Khaldun membuat karya tentang pola sejarah dalam bukunya yang terkenal: Muqaddimah, yang dilengkapi dengan kitab Al-I’bar yang berisi hasil penelitian mengenai sejarah bangsa Berber di Afrika Utara. Dalam Muqaddimah itulah Ibnu Khaldun membahas tentang filsafat sejarah dan soal-soal prinsip mengenai jatuh bangunnya negara dan bangsa-bangsa. Menurut Ibnu Khaldun jatuh bangunnya sebuah negara ditentukan oleh sikap manusia yang ada di dalamnya. Itulah faktor akhlak.

Ternyata, menurut Ibn Khaldun, negara yang bertahan ialah negara yang ‘baik’ di dalam segala urusan kenegaraannya. Sebuah negara yang disukai rakyatnya sudah pasti akan dipertahankan dari keambrukan lantaran putaran perjalanan sejarah bangsa manusia. Peradaban maju karena faktor akhlak dan runtuh karena rusaknya akhlak. Pemikiran Ibnu Khaldun ternyata kemudian hari diperkuat oleh ahli dari Universitas Harvard bahwa ‘Sikap mental dan karakter sebuah bangsalah yang menentukan kemajuan dan kemundurannya’ (“Culture Matters”, Harvard University).

Terkait hal ini, maka bangsa-bangsa yang tersebut besar di zaman kontemporer dalam kurun ini, pastinya memiliki faktor akhlak yang mereka pegang, walau mungkin hanya satu dua. Zaman Uni Soviet dahulu berpaham komunis, walau bagaimana jahatnya Komunis itu, tentunya ada tetap memegang satu dua nilai akhlak, diantaranya akhlak tentang kebersihan, seperti betapa bersihnya sungai dari sampah di sana.

Kita tak akan berbicara tentang akhlak bernegara, tapi penulis tertarik untuk membawa konsep pemikiran ibnu Khaldun pada ranah dunia pendidikan untuk melihat sejauh mana peran serta budi pekerti, moral perilaku atau apa saja sinonim dari kata akhlak ini terhadap kemajuan pendidikan di institusi pendidikan mana saja.
Semangat belajar

Ada banyak pepatah di banyak negara yang menyangkut tentang kesungguhan, seperti Siapa menanam dia akan menuai (pepatah Melayu), you reap what you sow (pepatah Inggris), atau Man Jadda wa jadda (pepatah Arab). Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan. Suatu waktu kita mendapatkan hasil yang tidak kita inginkan, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesungguhan dalam meraihnya. Kita terlalu santai, atau pasrah sebelum bekerja keras mencapai cita-cita.

Mengujungi kampus UGM Yogyakarta di sore hari menjelang magrib membuat terkesima. Nampak para mahasiswa yang sedang serius belajar kelompok di taman kampus. Perpustakaan kampuspun buka hingga malam, dan para mahasiswa juga dengan serius belajar disana, kadang membawa makanan dan minuman sebagai bekal. Tak terdengar canda tawa karena ‘khusyu’nya. Maka terasa wajar, bila peringkat teratas nasional dan masuk peringkat internasional yang diraih UGM, yang sekali waktu bergantian dengan ITB dan UI. Pemeringkatan tersebut tidak hanya oleh lembaga pemeringkatan Direktorat Pendidikan Tinggi melalui BAN-PT, tapi lembaga pemeringkatan universitas dunia seperti Webometric, QS World University Ranking, atau Times Higher Education menempatkannya pada posisi ratusan di universitas terbaik dunia.

Sungguhpun demikian, durasi belajar mahasiswa di TU Delft Belanda ternyata lebih panjang dari UGM. Mereka bahkan bisa belajar serius di kampusnya dari pagi hingga jam 12 malam (waktu tutup pustaka/kampus). Semua ruangan pustaka senyap, bahkan pena jatuhpun terdengar. Tak ada berisik walaupun di dalam pustaka ada ratusan mahasiswa yang sedang belajar. Kembali, Webometric, QS World University Ranking, atau Times Higher Education menempatkan Universitas pencetak insinyur kompeni untuk konstruksi di Indonesia di zaman kolonial dulu ini berada di urutan puluhan di dunia.

Jika demikian maka Universitas kelas papan atas dunia, macam Harvard University atau Massechuset Insitute of Technology tentu memiliki durasi belajar yang juga menggila. Sebutan workaholic diidentikkan pada bangsa Jepang karena gila kerja masyarakatnya, maka study-holic pantas pula disebutkan pada civitas penggila belajar diatas.

Cina saat ini adalah negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur tercepat dunia. Cina juga memiliki cadangan devisa terbesar di dunia saat ini. Serbuan barang-barang produksi Cina membuat semua negara khawatir. Bahkan di pasar tradisional Pasar Raya Padang, pedagang buah juga ketakutan dengan serbuan jeruk dari Cina.

Selain semangat bekerja, penduduknya juga mempunyai semangat belajar yang sangat besar. Bahkan masyarakat golongan kebawah pun ulet belajar. Hingga anak-anak kecil di lingkungan pemulung, disela kegiatan mereka untuk menyambung hidup, diisi dengan belajar.

Bekerja keras adalah sebuah akhlak, sementara malas-malasan adalah dosa yang disingkirkan dengan memotivasi diri serta doa harian. Untuk memotivasi bisa dilakukan dengan memasang target harian, target bulanan, semesteran, tahunan dan juga membiasakan diri berada dalam sistim dan lingkungan yang kondusif dan kompetitif. Siapa yang sungguh dia yang mendapat, dan siapa yang menanam dia kan menuai. Itulah sunnatullah (hukum Allah yang berlaku di alam, atau biasa disingkat hukum alam).
Penjagaan integritas kejujuran

Pepatah Inggris juga, the science rests first on integrity. Di Jerman, amat sulit ditemukan perilaku ketidakjujuran akademis. Tesis, disertasi, atau skripsi yang merupakan plagiasi atau manipulasi jarang dijumpai. Mencontek adalah ketidakjujuran akademis yang diganjar dengan hukuman yang amat keras, yakni bukan hanya tidak lulus, tetapi juga dikeluarkan. Semua aturan terkait kejujuran itu sudah tercantum dalam apa yang namanya Studienordnung.

Terlihat Jerman tidak hanya menghargai kejujuran, bahkan menempatkannya sebagai spirit pendidikan. Ketika membuat skripsi, mahasiswa tidak bisa begitu saja mengkopas (copy dan paste). Bila kedapatan melakukan copas jangan dikira bisa lolos mudah. Maka, dalam skripsi atau karya tulis pun semua harus jelas. Bila diketemukan ada paragraph yang mirip dalam karya ilmiah, si mahasiswa bisa dikeluarkan. Untuk bisa lulus, di Jerman memerlukan perjuangan yang amat keras. Ya, disana untuk bisa lulus penuh keringat dan air mata.

Jadi di negara yang dikatakan orang maju, seperti Eropa, Amerika, Australia, dan lainnya sangat ditekankan DILARANG MENYONTEK dalam ujian. Sesiapa kedapatan menyontek, maka ia akan dikeluarkan dari sekolah/kampus. Tapi hasilnya adalah adanya budaya jujur yang terbentuk selama mereka mengalami proses pendidikan, dan mereka para lulusan ini memiliki rasa percaya diri.

Kejujuran yang mendorong persaingan yang sehat dan berkorelasi dengan prestasi bisa disimak pula dari Diniyah Putri Padang Panjang. Sekolah Diniyah Putri Padang Panjang yang didirikan Rahmah el Yunusiyah tahun 1923 ini, tergolong unik dalam penerapan sangsi terhadap siswa yang tidak jujur. Bagi siswa yang kedapatan mencontek dan sejenisnya, hukuman tak main-main: pecat di tempat!

Apakah sangsi itu tidak manusiawi atau akan menurunkan prestasi sekolah? Takutkah Diniyah Putri dengan nilai yang rendah sementara sekolah lain tinggi semua? Ternyata tidak, sangsi yang keras ternyata sangat berdampak positif. Setelah sekolah ini menerapkan pecat di tempat bagi santri yang ketahuan mencontek dalam lima tahun terakhir, pencapaian nilai santri naik hampir dua kali lipat. Tahun ini dua orang santri mampu meraih peringkat pencapai nilai UN tertinggi di Sumatra Barat!

Sungguhpun sangsi terhadap ketidakjujuran berat, tapi buahnya manis, baik untuk skala micro atau makro. Bagi individu jelas dia akan mempunyai kapasitas ketika telah lulus, bagi universitas akan meningkatkan gradenya, dan bagi negara akan ada stock pengelola negara yang akan bersih dalam menjalankan pengelolaan negara kelak, yang jauh dari korupsi yang dikelola oleh orang yang tak biasa untuk tidak jujur. Riset akademik dari universitas Harvard diatas menemukan relevansinya bahwa negara-negara yang tergolong miskin di dunia ini berkorelasi dengan tingginya korupsi di negara itu. Korupsi lagi – lagi adalah bentuk ketidakjujuran, dan ketidakjujuran adalah akhlak yang tercela.

Pandangan Prof. DR. Buchari Alma (UPI Bandung) tentang akhlak kejujuran dalam pendidikan.

Kantin kejujuran telah banyak dibangun di beberapa sekolah di Sumatera Barat. Seorang Guru Besar UPI Bandung, Prof. DR. Buchari Alma berkenan untuk mengomentari usaha mulia dari pemerintah daerah di Sumatera Barat dalam melaksanakan Pendidikan Antikorupsi di Padang yang ternyata dikabarkan belum berjalan maksimal.

Dalam artikel beliau yang berjudul “Pendidikan Anti Korupsi, Membangun Bangsa Yang Jujur, Disiplin, Percaya Diri, Kreatif, dan Rajin Membaca Melalui Proses Ujian Sekolah”, Prof. DR. Buchari Alma memberikan perspektif yang lebih tegas tentang urgensi akhlak kejujuran dalam pendidikan nasional kita.

Menyangkut budaya nyontek yang parah di sekolah (hingga juga mahasiswa S1, S2, S3), beliau menegaskan akibat dari nyontek ini memunculkan perilaku, atau watak, tidak percaya diri, tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, tidak mau membaca buku pelajaran tapi rajin membuat catatan kecil-kecil untuk bahan nyontek, potong kompas, menghalalkan segala macam cara, dan akhirnya menjadi koruptor.

Beliau melihat perilaku nyontek dalam proses ujian adalah simpul yang amat strategis yang perlu dibasmi dalam proses ujian dunia pendidikan kita, dan bahwa kita harus mengembangkan suatu budaya DILARANG KERAS NYONTEK dalam ujian, dan harus diberikan sanksi berat dan tegas tidak pandang bulu.

Pengaruh dari pelaksanaan ujian bersih dari menyontek seperti ini ialah, siswa akan belajar giat, guru akan mengajar lebih serius, anak-anak akan rajin membaca, kegiatan siswa akan fokus pada pelajaran, bukan pacaran, tawuran, mencuri, kenakalan remaja, bermain-main, tapi siswa mulai disiplin dan bertanggung jawab, dan orang tua tidak lagi mencampuri urusan pendidikan. Perilaku jujur akan menjadi budaya nasional kita khususnya budaya jujur dalam dunia pendidikan, dimana ada proses ujian yang mendidik lulusan menjadi orang jujur, tidak korup, memiliki budaya malu, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan rajin membaca.

Demikianlah kerisauan Prof. Bukhari Alma tentang Akhlak kejujuran. Maka kurikulum dengan akhlak kejujuran dalam pendidikan, ada baiknya ditekankan sekali disamping kita berbicara tentang pelik peningkatan kualitas pembelajaran, apakah yang namanya Cara Belajar Siswa Aktif, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), sistim asesmen, dan seterusnya. Mari kita sebut dengan juga dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kejujuran).


( Penulis adalah Dosen Jurusan Kimia, pernah mengikuti excursion course ke Jerman)

Sumber : SKK Ganto UNP Padang, Edisi September 2011

tulisan di-atas di copas dari sini

Kamis, 17 Mei 2012

Pandangan Anies Baswedan Terhadap Mahasiswa Indonesia


Pandangan Anies Baswedan Terhadap Mahasiswa Indonesia
ditulis Oleh Fadli Ariesta dan Rachmat Darma Putera
http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/21/pandangan-anies-baswedan-terhadap-mahasiswa-indonesia/

Sabtu, 16 April yang lalu penulis mendapatkan kesempatan langsung untuk mewawancarai Bapak Anies Baswedan di kediaman keluarganya di Jogjakarta, di Jalan Kaliurang.

Penulis melakukan tanya jawab, meminta pandangan beliau terkait mahasiswa, organisasi, pergerakan mahasiswa dan kepemimpinan. Berikut cuplikan wawancaranya dengan rektor yang minta dipanggil Mas Anies ini :

Menurut Mas Anies, Mahasiswa yang aktif berorganisasi itu baik atau tidak?

Masa mahasiswa adalah masa belajar di fase terakhir dari struktur pendidikan formal diIndonesia, bila Anda sudah sampai mahasiswa Anda pasti sudah SMA dan seterusnya, jadi ini fase terakhir. Kenapa saya sebut demikian? Karena sesudah itu maka Anda akan berada di crossing road, apakah Anda meneruskan ke jalur non -akademik atau akademik. Bila Anda meneruskan ke jalur non-akademik mungkin Anda bisa bekerja diwilayah Anda masing-masing dan disitu mungkin Anda bisa meneruskan satu degree lagi, namanya master, master yang sifatnya professional untuk menopang keprofesian Anda. Misalnya Anda mengambil master bisnis atau mengambil master ilmu-ilmu terapan lain. Jika Anda masuk ke jalur akademik, karena namanya universitas maka Anda akan meneruskan ke jenjang master, menjadi Doctor lalu menjadi peneliti dan menjadi Scholar. Namun ini fase terakhir, untuk menjawab pertanyaan Anda, saya berikan outlinenya dulu nih.Jadi pertanyaannya kemudian ketika Anda melewati fase kuliah ini, Anda akan menjadi orang-orang ” bekerja” tidak lagi belajar. Bekerja itu diperlukan kemampuan bukan sekedar prestasi akademik tapi dibutuhkan pengalaman, keterampilan untuk bisa memimpin, mengelola, bernegoisasi. Pengalaman berorganiasi selama kuliah, itu merupakan modal untuk bisa meniti karir kedepan dengan baik. Oleh karena itu saya sangat mendukung dan menurut saya sangat penting bagi anak-anak yang sedang kuliah untuk mengembangkan diri lewat organisasi. Jadi, saya selalu mengatakan, aktif dikampus, itu sebenrarnya sebuah kewajiban secara moral, secara hukum mengatakan itu tidak. Tapi Anda sebagai mahasiswa itu wajib. Kalau Anda tidak mengembangkan diri lewat organisasi sekarang, sesudah Anda lulus atau memulai berkarir saat itu Anda menyesal, kenapa dulu tidak aktif? Kenapa dulu tidak mengembangkan kepemimpinan? Dari pada Anda menyesal nanti, kerjakan, jadilah aktivis, tapi aktivis itu bukan demonstran, beda!.

Lalu dengan begitu pentingnya aktif berorganisasi itu maka apakah ada porsi yang pas antara belajar dengan berorganisasi, 50-50 kah porsinya? Atau kita harus tetap mendahulukan kuliah dulu?

Anda sebagai mahasiswa apa sih kewajiban mahasiswa ini? Kuliah, bukan? Itu bukan dinomorsatukan atau tidak, itu sesuatu yang harus dikerjakan jadi jangan katakan itu terpisahkan . Itu sudah hal yang harus dikerjakan. Jadi, Demikian juga dengan aktivisme, proporsinya akan tergantung penyesuaian pada suasanannya. Seperti Anda tanyakan seperti saya” Mas anis, ingin menjadi suami atau ingin menjadi bapak?” Gimana dong? Itu tidak bisa terpisahkan, dalam diri saya ini banyak menempel beberapa tugas, Anies sebagai anak, ayah, rektor, pengurus Fullbright dan Anies sebagai penggagas gerakan Indonesia Mengajar. Saya tidak bisa kemudian mengatakan “Mau yang mana? ” Semuanya harus dijalankan. Ada waktunya pada saat saya disini mengerjakan A B C D, itu yang saya harus bereskan dengan baik, saat saya di Jakarta dengan keluarga itu yang harus saya lunasi dengan baik. Jadi kebiasaan untuk memiliki multiple role tidak bisa dimulai saat Anda sudah lulus nanti tapi biasakan sekarang. Saat Anda tidak terbiasa dengan multiple role Anda akan selalu berpikirnya ini atau ini, ini atau ini, Anda harus bisa mengerjakan semuanya. Anda pernah melihat pemain juggler? Bisa tidak seorang juggler itu berkonsentrasi hanya satu bola saja? Ada masanya Anda mainkan satu bola terus kan? Ada masanya semuanya harus dikerjakan ada yang bisa 3 bola, 5 bola atau 10 bola. The more you practice managing multiple role the more experience you have dan Anda bisa mengerjakan itu tanpa harus melihat lagi

Banyak orang berkata bahwa masalah yang melanda mahasiswa sekarang adalah krisis kepemimpinan dari mahasiswa sendiri dan juga krisis kepedulian. Tak sedikit ada juga beberapa pihak mengatakan buat apa berorganisasi?Kalau Mas anies sendiri bagaimana melihatnya?

Seingat saya, dijaman saya juga begitu. Stop complain terhadap mereka-mereka yang tidak mau aktif. Lakukan kegiatan, lakukan sesuatu jika yang dikerjakan itu menarik yang bisa membuat mereka bergabung. Jangan pidatoi mereka dan jangan sebut mereka apatis.Bertindak demikian merupakan rumus untuk membuat mereka semakin jauh dari Anda. Kami dulu mengalami hal serupa, bukan hal yang baru. Ketika dulu semasa saya kuliah, ada beberapa kelompok mahasiswa yang bisa dibedakan berdasarkan pilihan kegiatan. Mahasiswa yang pertama adalah mahasiswa hedonis- konsumtif, jaman itu mereka adalah penikmat orde baru, mereka pergi kuliah naik mobil dijaman itu dimana kebanyakan mahasiswa hanya baru bisa naik motor , sepeda atau jalan kaki untuk menuju kampus. Yang kedua adalah mahasiswa profesional - individualis, kerjaannya kuliah saja tidak perduli yang lain, menyiapkan diri untuk masa depan, professional tapi individualis.Ketiga, mahasiswa kita istilahkannya asketis religius, asketis religius ini dipikirannya hanya agama saja. Keempat adalah mahasiswa yang aktivis, nilai minim, aktif sana-sini. Kelima, mahasiswa yang istilah kita adalah protarian, merasa dirinya sebagai ekspresi kemiskinan, ekspresi penderitaan rakyat kecil, kita bisa lihat dari gaya baju, rambut dll. Selanjutnya ada mahasiswa yang kecendrungannya adalah melakukan kajian, lalu seakan-akan setelah melakukan kajian secara mendalam maka problem masyarakat itu selesai.

Kegiatan kemahasiswaan kebanyakan hanya menampung kelompok yang organisator. Dulu perna saya dan kawan-kawan melakukan kegiatan penelitian tata niaga Cengkeh. Orang yang kita undang ialah tidak ada yang aktivis sama sekali melainkan orang-orang profesionalis-individualis, setelah mengikuti proses ini mereka lalu menjadi aktif.

Hal nomor satu yang perlu diperhatikan ialah jangan melabeli mereka, seakan-akan mereka lebih rendah, jangan katakana mereka skeptis-apatis, Anda hanya akan mengisolasi diri sendiri, gerakan mahasiswa perlu mengajak orang luar untuk terlibat. Jadi, bagaimana menghadapi situasi ini? Situasi ini merupakan situasi yang terus dihadapi di jaman apapun juga. Hal penting yang harus dilakukan adalah buat gerakan kegiatan kemahasiswan menjadi kegiatan yang dirasa menarik untuk semua dan ini akan sedikit demi sedikit bisa merangsang orang terlibat. You are a leader if and only if you have followers. Anda pemimpin hanya dan jika hanya Anda punya pengikut. Nah, ketika ada sebagian orang tidak mengikuti Anda maka jangan terburu-buru bilang yang tidak mau ikut itu jelek, dsb. Jadi, misalnya ketua BEM buat kegiatan yang kira-kira menarik buat mereka yang disebut apatis itu, cari dong, pastinya mereka juga punya minat, memangnya hanya duduk diam kuliah?, pastinya mereka juga ingin melakukan sesuatu, bukan?

Menurut Mas Anies Seperti apa sih karakter pergerakan mahasiswa itu?

Pergerakan mahasiswa mempunyai karakter moral yang jelas, hitam putih; benar-benar, salah-salah tidak ada area abu-abu dan mahasiswa memang harus begitu. Mahasiswa jangan takut, menurut saya A nggak ada masalah, Anda tidak mempunyai kepentingan apapun kalau benar Anda katakana benar kalau salah Anda katakana salah. Kedua, gerakan mahasiswa memiliki karakter intelektual, ini yang membedakan dengan gerakan-gerakan pemuda yang lain. Karenanya Anda harus berbicara dengan moral dan dengan ilmu, caranya pakailah data. Anda kalau marah yah harus pakai data tidak harus melakukan penelitian tapi yang penting ada punya data. Kalau misalkan Anda memprotes pemerintah menaikan BBM Anda harus bisa bilang kenapa mau protes, secara data Anda harus bilang ini menyebabkan kemiskinan bukan semata-mata ini sebuah keputusan yang saya mau tentang!.Yang ketiga yaitu karakter keoposisian. Memang gerakan mahasiswa kakternya karakter oposisi.

Bagi anak-anak aktivis gerakan mahasiswa, bisa berhasil mengorganisir 500 orang untuk berkumpul, berfikir dan bergerak itu prestasi, tapi, nanti usia Anda 40 tahun, Anda harus bisa mnghidupi 500 orang. Kalau Anda di usia 40 tahun hanya baru bisa mengorganisir 500 orang Anda mengalami stagnasi total. Ada peran dijamannya, di usia Anda itulah peran Anda, setelah ini peran Anda harus berbeda, saat itu Anda harus bisa bukan hanya menggerakan orang untuk protes tapi juga Anda harus bisa membebaskan orang agar bisa bebas sejahtera.

Banyak yang bilang mahasiswa di jaman Orde Baru atau sebelumnya pernah memegang peranan penting di negeri ini, sebagai fungsi pengawasan katanya, mengawasi pemerintah. Kalau kita lihat sekarang, sepertinya ketajaman mahasiswa berkurang, aksinyatanya itu kurang. Menurut Mas Anies mana yang lebih baik mahasiswa dulu atau sekarang?.

Kalau saya melihat, tiap jaman, peran dan fungsinya berbeda karena tantangannya lain, hari ini memang mahasiswa itu tidak menjadi Chanel artikulasi untuk melawan pemerintah karena sudah ada partai-partai, sudah ada kebebasan. Kalau dijaman orde baru, siapa coba yang mau melawan? Jadi ketika mahasiswa melawan pemerintah, menentang, mempromosikan demokrasi karena yang lain macet. Ketika yang lainnya lancar maka peran mahasiswa jadi berbeda, kan? Saya melihat peran gerakan mahasiswa itu ada dua; Peran kekinian dan peran masa depan. Yang ada bicarakan tadi adalah peran kekinian, peran kekinian itu apa? Kehadiran mahasiswa didalam konteks kehidupan berpolitik bernegara, Anda hadir disitu ikut mewarnai .Peran yang kedua adalah peran masa depan, Anda menjadi supplier pemimpin muda untuk Indonesia kedepan. Nah, kedua peran ini harus berjalan, yang peran kekinian itu bisa naik turun tergantung jamannya tapi peran supplier terus berjalan karena Anda adalah institusi-institusi supplier stock pemimpin masa depan, karenanya dalam masa ini bangun itu kepemimpinan, kalau tidak dibangun dari sekarang kita kekurangan stok nanti.

Terus Mas Anies, Kan sekarang itu berkembang partai-partai masuk ke kampus-kampus untuk rekruitmen. Menurut Mas Anies itu terlalu dini atau memang untuk mempersiapkan pemimpin muda?

Pertanyaan Anda ini ada dua saya kira, yang pertama adalah ada bagaimana tentang partai yang masuk ke kampus dan yang kedua adalah tentang persiapan pemimpin muda dikampus. Untuk menjawab yang pertama, soal paratai masuk kampus, bebaskan kampus dari politik partisan, kenapa? Saya katakana tadi mahasiswa itu moral hitam putih, kalau partisan tidak, jika Anda underbow partai A Maka Anda akan berhitung 2-3 kali sebelum mengatakan setuju atau tidak, Anda akan cek apa kata partai saya. Sementara kalau Anda tidak partisan maka Anda akan nilai saja bener atau salah sesuatu itu. Disitu uji ketajaman moral bisa dilatih.Anda akan dapat pengalaman itu bila Anda sudah partisan, bila Anda partisan dengan partai yang memerintah apapun yang dikerjakan pemerintah Anda harus ikut bela, bila Anda partisan partai oposisi apapun yang dikerjakan pemerintah Anda harus ikut kritik. Disitulah letaknya kenapa menurut saya dalam usia pada fase mahasiswa jangan dimasuki oleh politik partisan, politik mahasiswa politik moral dan politik moral tidak mengenal partai, benar dan salah tidak punya partai, kalau Anda benar, pikiran Anda benar ,yah Anda benar kalau Anda salah yah Anda salah.

Untuk menjawab pertanyaan kedua, kepemimpinan itu Anda menjadi pemimpin atau tidak bukan semata-mata Anda diberikan kesempatan atau tidak, tapi Anda membangun pengaruh atau tidak. Saya katakana bahwa you are a leader only if you have follower, if you have no follower , you are not a leader. Jika apa yang Anda pikirkan, ungkapkan dan Anda cita-citakan memiliki follower makan Anda adalah leader.Nah, sekarang kalau kita belum melihat pemimpin muda ,saya tanya pemimpin muda yang diikuti anak muda ada tidak? Mereka yang diikuti anak muda bukan mereka yang muda yang memiliki posisi.

Pemimpin muda adalah pemimpin yang diikuti sebayannya. Anda pemimpin mahasiswa maka pertanyaannya Anda diakui tidak oleh sebaya Anda? Jika iya, yes, you are a leader. Anda mengatakan saya pemimpin muda apakah saya diakui oleh sebaya saya atau lebih muda dari saya, jika iya, saya seorang leader.Jadi bukan Anda punya posisi apa? What’s u make a leader is not position u got but your influence.

Apa Mas Anies punya kiat-kiat untuk membangun leadership yang kuat dimasa kuliah sekarang ini?

Tentu Anda bisa ikut training- training karena itu bisa membantu menstrukturkan apa yang harus dipelajari dalam leadership. Yang kedua ambil pengalaman untuk memimpin karena memimpin itu bukan pekerjaan yang secara teoritis bisa dengan mudah didefinisikan. Memimpin itu adalah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan pengalaman. Anda mau belajar berenang? Saya ajak masuk diruang yang cagih, saya ajari Anda berenang disitu, alat simulasi yang luar biasa, lalu saya ajak Anda ke kolam renang, bisa Anda berenang? Bisa satu jam, habis Anda nyemplung Anda baru berenang, setelah itu Anda tunggu kemampuan berenang Anda.

Saya selalu mengatakan belajarlah berorganisasi dan bermasyarakat di kampus karena kampus itu karakternya seperti kolam renang. Karekter kolam renang itu pakai bata, kedalamnnya terukur, tekanannya terukur, ombaknya tidak ada. Anda mau belajar berenang di Samudra Pasifik? Kedalamanya tidak terukur, suhunya luar biasa dingin, ombaknya besar. That’s leadership challenge for the future, itu lah tantangan bagi masa depan Anda. Kebanyakan orang baru belajar berenang saat mereka sudah sampai samudra pasifik, bisa survive tapi bisa juga tenggelam. Kalau Anda belajar kepemimpinan di saat mahasiswa, Anda masih belajar di lingkungan yang masih terukur, kadar beban kepemimpinan Anda itu terukur, seperti Anda belajar berenang dikolam renang. Karenanya kalau mau belajar kepemimpinan lakukan sekarang, jangan nanti saat sudah selesai kuliah. Karena disana tantangannya sangat besar sekali, mendadak Anda baru belajar kepemimpinan saat tantangaannya sangat besar sekali, kalau Anda gagal maka Anda akan tenggelam.

Kalau melihat tuntutan jaman saat ini, menurut Mas Anies, mahasiswa seperti apa yang dibutuhkan / diharapkan?

Mahasiswa yang mengembangkan kompetensi dirinya dengan kompetensi skala global. Anda yang sedang kuliah sekarang, kembangkan komptensi Anda sehingga Anda bisa menjadi manusia warga dunia. Anda lulusan Fakultas Ekonomi UGM tapi Anda tidak harus bekerja di Jogja, Jakarta, Palembang dan Serang. Tapi Anda harus bisa bekerja di London, New York, Tokyo, Singapore, dan Frankfurt. Anda bisa kesana jika Anda bisa bermain dengan kompetensi skala global. Anda, tugas mahasiswa Indonesia hari ini adalah memiliki kompetensi sehingga Anda bisa berlaga dilevel global, karena masa depan kita berada dilevel global.

Yang kedua mahasiswa Indonesia harus memiliki kepemimpinan yang kuat dan akar di rakyat Indonesia yang solid, Anda harus paham tentang Indonesia, jadi harapan saya bagi mahasiswa Indonesia sekarang memiliki kompetensi global dan pemahaman kecintaan terhadap Indonesia yang kuat. You can be, Anda bisa menjadi warga global tapi tetap Anda tetap orang Indonesia.

Mungkin ada Harapan yang Mas Anies lebih tekankan ke mahasiswa Indonesia?

Pesan saya, proyeksikan diri Anda ke masa depan, dan lihat hari-hari kedepan . Anda pernah buat CV? Saya minta mahasiswa menulis CV tahunnya 2031.Saya minta Anda proyeksi Anda dimasa depan 20 tahun lagi, Anda tulis CV seakan-akan sekarang adalah tahun 2031. Anda tulis dimana alamat Anda?, dari situ Anda bekerja dimana?, keluarga Anda seperti apa?, keluarga yang dibangun seperti apa?. Itu adalah proyeksi mimpi, kebanyakan kita menulis CV sebagai koleksi atas masa lalu, saya ingin Anda menulis CV sebagai blueprint masa depan. Saya selalu melihatnya kedepan , kedepan, dan kedepan terus, karena menurut sudut pandang saya, muda atau tua tidak ditentukan usia tapi pandangan. Jika Anda menengok masa lalu terus maka Anda adalah orang tua, berapapun usia Anda, jika Anda menengok kedepan terus maka Anda adalah muda, maka yang menentukan muda atau tua adalah pandangan kita bukan angka di KTP.

Ada nasihat terakhir dari Mas Anies Baswedan sebelum kami pergi pulang,

“Your High GPA only give you an interview but after that your communication skill, Leadership, and systematically thinking determine your success”

*************************************************************

ditulis Oleh Fadli Ariesta dan Rachmat Darma Putera

*************************************************************

Artikel ini merupakan salah satu konten dari banyak konten yang terdapat di majalah BEM FEB UGM 2011, selamat membaca :)

Untuk mengetahui cerita dibalik interview ini, pembaca dapat mengecek situs ini :

http://fadliariezta.tumblr.com/post/4718292387/wawancara-dengan-anies-baswedan-ph-d

http://fadliariezta.tumblr.com/post/4801488423/part-2-wawancara-dengan-anies-baswedan-ph-d

Senin, 14 Mei 2012

Finalis Sang Penemu dari UKM Prima Universitas Mataram


Keluarga Besar GMIK UNP Mengucapkan selamat dan turut Mendoakan Sahabat Seperjuangan dari UKM PRIMA Universitas Mataram. Semoga sukses dan bisa menginspirasi.

"Alhamdulillah 6 dari 9 finalis "Lomba Sang Penemu LPP TVRI" edisi NTB adalah Para Pengurus UKM Penalaran dan Riset Ilmiah Mahasiswa (PRIMA) Universitas Mataram. Syuting dan presentasi finalis akan diadakan pada Selasa, 15 Mei 2012 di ruang sidang senat rektorat lantai III Universitas Mataram pukul 8 pagi-selesai. Mohon do'a semua agar juara 1,2, dan 3 diraih oleh Para Pahlawan UKM PRIMA Universitas Mataram, NTB. Amin."

TRAINING MOTIVASI SUKSES UAS dari FSDI FIS UNP

From :

Fsdi Fis Unp

coming soon
Assalamualaikum wr wb.

Merasa binggung, Pusing, takut, cemas, tugas numpuk, GALAU DeeLeL. DALAM MENGHADAPI yg bernama UAS ( uJIAN aKHIR sEMESTER) Temukan OBATnya hanya di 
 
Training Motivasi Sukses UJIAN AKHIR SEMESTER...
... Selasa, 15 mei 2012
jam: 16.30 WAKTU INSAN BERIMAN (wib)
tempat D41 FIS UNP
dengan trainer handal...

Pengen tahu???
ayooo ikuti dan hadiri bersama2
gk da loe gak RAME...

Sabtu, 12 Mei 2012

Talkshow Motivasi Studi Lanjut & Meraih Beasiswa LN


Sebuah reportase sederhana dari kegiatan yang sudah berlalu.


Di penghujung bulan Januari awal tahun ini, pengurus komunitas mendapat kabar bahwa salah seorang dosen UNP yang sedang melanjutkan studi S2 di Luar negeri akan pulang kampuang. Tidak tinggal diam, maka dengan segala keterbatasan sumberdaya, pengurus komunitas ini mendesign sebuah kegiatan. Kegiatan tersebut berupa TALK SHOW MOTIVASI STUDI LANJUT & MERAIH BEASISWA LN (edisi Saudi Arabia, karena pemateri kuliah disana). Bertepatan dengan tanggal 1 Februari 2012, maka kegiatan tersebutpun di helat.

Panitia yang berasumsi bahwa peserta akan hadir seadanya saja ternyata kewalahan. Sebab kegiatan yang promosinya hanya dari mulut ke mulut ini berhasil menghadirkan peserta diluar ekspektasi panitia. Tidak banyak memang, hanya penuh (-ada yg tak kebagian kursi) satu lokal kuliah MKU. Tapi bagi sebuah komunitas yang baru seumur jagung ini tentu sebuah pencapaian yang mampu memotivasi person internalnya untuk lebih baik dimasa yang akan datang.


Pemateri saat itu adalah Bapak Miftahul Khair, M.Si, yang merupakan dosen di jurusan Kimia UNP. Beliau menyelesaikan studi S2 nya di negeri kincir Angin Belanda dan sekarang sedang dalam masa untuk menuntaskan program Doktoralnya di KSU Arab Saudi (King Saud University).

Pemateri menjelaskan tentang pengalaman beliau dalam proses memperoleh beasiswa untuk studi lanjut, hal apa saja yang mesti disiapkan. Langkah-langkah yang harus dilalui serta tentang iklim kuliah di luar negeri. Dan khusus untuk kuliah di Saudi Arabia beliau memaparkan peluang yang terbuka lebar, tidak saja untuk ilmu-ilmu syari, tetapi juga untuk bidang ilmu lainnya seperti eksakta. Kuliah di saudi free of charge  alias gratis. GRATIS untuk semua warga dan juga mahasiswa asing. Yang membuat kita terpana adalah, seluruh mahasiswanya diberikan uang saku untuk hidup, jika kita menjadi research asisstant maka fee yang akan diterima bertambah besar. Kalau berbicara tentang fasilitas, maka negeri kaya minyak ini juga tak kalah lengkap. Bukan sekedar lengkap, tapi juga mutakhir.

Namun demikian, beliau juga secara fair memaparkan kekurangan kuliah di SA, antara lain  adalah birokrasi yang lambat dan masa studi yang lebih lama. Iklim kompetisi dan akademik di saudi memang sedikit lebih rendah dibanding dengan negara-negara maju lainnya. Tapi jika kita sungguh-sungguh maka kita bisa memanfaatkan hal itu dengan sebesar-besarnya.


Satu hal yang paling penting adalah niat kita untuk melanjutkan study tersebut. Jangan sampai hanya sekedar untuk mengejar dunia saja. Tetapi harus ikhlas karena Allah dan untuk berkontribusi kepada Ummat. Maka insya Allah dunia akan dapat dan akhirat akan selamat.


Pesan terakhir beliau saat menutup sesi diskusi adalah, memperoleh beasiswa LN tidak mudah, dan kita biasanya terkendala di proses yang paling awal sekali, yakni TOEFL (atau IELTS-red). Jangan bicara tentang kuliah keluar negeri dulu jika kita belum siap dengan  TOEFL. Sebab untuk mendaftar saja diminta ini, belum lagi seleksi berkas dan selanjutnya. So HARUS PERSIAPAN TOEFL (atau IELTS-red) DARI SEKARANG. Walau untuk ke Arab Saudi TOEFL tidak terlalu ketat dibanding dengan kenegara Barat, tetap saja jika kita memiliki skor yang bagus akan diprioritaskan.


Demikianlah repostase singkat dan terlambat ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga beberapa waktu mendatang admin blog juga bisa menampilkan kiriman posting dari sahabat yang sedang belajar di Belanda, sedang kuliah di Jepang, sedang studi di Arab Saudi, sedang menuntut ilmu di Prancis dan negeri-negeri lainnya. BUMI ALLAH ini sungguh luas, maka bersafarlah kamu dengan penuh kesyukuran. ^_^