This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label akprounp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akprounp. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

Talkshow Motivasi Studi Lanjut & Meraih Beasiswa LN


Sebuah reportase sederhana dari kegiatan yang sudah berlalu.


Di penghujung bulan Januari awal tahun ini, pengurus komunitas mendapat kabar bahwa salah seorang dosen UNP yang sedang melanjutkan studi S2 di Luar negeri akan pulang kampuang. Tidak tinggal diam, maka dengan segala keterbatasan sumberdaya, pengurus komunitas ini mendesign sebuah kegiatan. Kegiatan tersebut berupa TALK SHOW MOTIVASI STUDI LANJUT & MERAIH BEASISWA LN (edisi Saudi Arabia, karena pemateri kuliah disana). Bertepatan dengan tanggal 1 Februari 2012, maka kegiatan tersebutpun di helat.

Panitia yang berasumsi bahwa peserta akan hadir seadanya saja ternyata kewalahan. Sebab kegiatan yang promosinya hanya dari mulut ke mulut ini berhasil menghadirkan peserta diluar ekspektasi panitia. Tidak banyak memang, hanya penuh (-ada yg tak kebagian kursi) satu lokal kuliah MKU. Tapi bagi sebuah komunitas yang baru seumur jagung ini tentu sebuah pencapaian yang mampu memotivasi person internalnya untuk lebih baik dimasa yang akan datang.


Pemateri saat itu adalah Bapak Miftahul Khair, M.Si, yang merupakan dosen di jurusan Kimia UNP. Beliau menyelesaikan studi S2 nya di negeri kincir Angin Belanda dan sekarang sedang dalam masa untuk menuntaskan program Doktoralnya di KSU Arab Saudi (King Saud University).

Pemateri menjelaskan tentang pengalaman beliau dalam proses memperoleh beasiswa untuk studi lanjut, hal apa saja yang mesti disiapkan. Langkah-langkah yang harus dilalui serta tentang iklim kuliah di luar negeri. Dan khusus untuk kuliah di Saudi Arabia beliau memaparkan peluang yang terbuka lebar, tidak saja untuk ilmu-ilmu syari, tetapi juga untuk bidang ilmu lainnya seperti eksakta. Kuliah di saudi free of charge  alias gratis. GRATIS untuk semua warga dan juga mahasiswa asing. Yang membuat kita terpana adalah, seluruh mahasiswanya diberikan uang saku untuk hidup, jika kita menjadi research asisstant maka fee yang akan diterima bertambah besar. Kalau berbicara tentang fasilitas, maka negeri kaya minyak ini juga tak kalah lengkap. Bukan sekedar lengkap, tapi juga mutakhir.

Namun demikian, beliau juga secara fair memaparkan kekurangan kuliah di SA, antara lain  adalah birokrasi yang lambat dan masa studi yang lebih lama. Iklim kompetisi dan akademik di saudi memang sedikit lebih rendah dibanding dengan negara-negara maju lainnya. Tapi jika kita sungguh-sungguh maka kita bisa memanfaatkan hal itu dengan sebesar-besarnya.


Satu hal yang paling penting adalah niat kita untuk melanjutkan study tersebut. Jangan sampai hanya sekedar untuk mengejar dunia saja. Tetapi harus ikhlas karena Allah dan untuk berkontribusi kepada Ummat. Maka insya Allah dunia akan dapat dan akhirat akan selamat.


Pesan terakhir beliau saat menutup sesi diskusi adalah, memperoleh beasiswa LN tidak mudah, dan kita biasanya terkendala di proses yang paling awal sekali, yakni TOEFL (atau IELTS-red). Jangan bicara tentang kuliah keluar negeri dulu jika kita belum siap dengan  TOEFL. Sebab untuk mendaftar saja diminta ini, belum lagi seleksi berkas dan selanjutnya. So HARUS PERSIAPAN TOEFL (atau IELTS-red) DARI SEKARANG. Walau untuk ke Arab Saudi TOEFL tidak terlalu ketat dibanding dengan kenegara Barat, tetap saja jika kita memiliki skor yang bagus akan diprioritaskan.


Demikianlah repostase singkat dan terlambat ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga beberapa waktu mendatang admin blog juga bisa menampilkan kiriman posting dari sahabat yang sedang belajar di Belanda, sedang kuliah di Jepang, sedang studi di Arab Saudi, sedang menuntut ilmu di Prancis dan negeri-negeri lainnya. BUMI ALLAH ini sungguh luas, maka bersafarlah kamu dengan penuh kesyukuran. ^_^



Rabu, 09 Mei 2012

Kepengurusan MITI Mahasiswa 2012

 Selamat menjalankan amanah sebagai pengurus MITI Mahasiswa Periode 2012 semoga dapat menjalankan amanah dengan baik.
Dan terimakasih kepada kepengurusan periode sebelumnya. Semoga kemitraan dan kerjasama dengan kampus-kampus se Indonesia dapat lebih ditingkatkan


Ketua    : drh. Tasik Aji Prabowo    Universitas Gadjah Mada



Sekum    : Sofa Abdul Muiin M., S.Pd    Universitas  Pendidikan Indonesia
Tim Sekum    : Tri Murni Setiyawati, S.Pd.    Universitas Pendidikan Indonesia
      Muhammad Taufiq Tahir, S. Pd    Universitas Gadjah Mada
      Rahayu Dian    Universitas Jambi
      Nur Nailis Sa’adah    Institut Teknologi  Sepuluh Nopember
      Haritsah Setya Nur    Universitas Gadjah Mada



Departemen Human Resource Development (HRD)
Ka.Dep    : Asnia Ratna Paramita, S.Pt    Universitas Diponegoro
 Tim HRD      Ira Puspitasari, ST.    Universitas Diponegoro
      Ferri Andika    Universitas Negeri Yogyakarta
      Yosi Laila Rahmi, S.Pd    Universitas Negeri Padang
      M. Abdu Rabbihi, SP    Universitas Andalas
      Yolanda Sylvia, S.TP    Institut Pertanian Bogor
      Ronal Rifandi, S.Pd    Universitas Negeri Padang
      Sastriviana Wahyu S.    Universitas Gadjah Mada
         


Departemen Hubungan Luar Negeri (HLN)
Ka.Dep    : Iffan Sultami    Universitas Negeri Jakarta
 Tim HLN      Retno Widiastuti, M.Si    Universitas Indonesia
      Uswatun Hasanah    Universitas Gadjah Mada
      Nurwenda Novan M., S.Si.    National Chiayi University
      Gamal, S.Ked.    Universitas Brawijaya
       



Departemen Jaringan dan Kemitraan (JnK)
Ka.Dep    : Aditya Rangga Yogatama, S.E    Universitas Gadjah Mada
 Tim JnK      Riska Ayu Purnamasari, S.Si    Institut Pertanian Bogor
      M. Zia Anggiawan, S.E    Universitas Gadjah Mada
      Izzat Buchori    Universitas Brawijaya
      Ummy Syarifah, S.Si    Universitas Gadjah Mada
      Dimas Nurdy P, S.E    Universitas  Diponegoro
      Ahmad Fahmi    Universitas Gadjah Mada
      Acmad Aly Mufid    Universitas  Brawijaya
      Nurul Widya, S.Si    Institut Teknologi Bandung
      Shufiyanti    Universitas Lampung
      Azhar Fuadi    Universitas Sumatera Utara
       



Departemen Riset Interdisipliner dan Pendayagunaan Iptek (RIPI)
Ka.Dep    : Mega Trishuta Pathiassana    Universitas  Indonesia
 Tim RIPI      Suryandaru, ST    Universitas Diponegoro
      Evi Marlina, S.Si    Universitas Jambi
      Heru Edi Kurniawan, S.Si    Universitas Sebelas Maret
      Fajar Inggit Pambudi, S.Si    Universitas Gadjah Mada
      Agung Sanjaya, S.KM    Universitas Airlangga
      Nirwan M. Hidayat, SP    Universitas Jendral Soedirman
      Lilik Triyanto, S.P    Universitas Mataram
      Edwin Jefri  S.Kel    Universitas Hasanuddin
      Dwi Wahyu Nugroho, S.Si    Universitas Indonesia
      Misdawita, S.Si    Universitas Indonesia
      Latifah Kusuma Wardhani, S.H    Universitas Indonesia
      Iftitah Rahmi Kadir    Universitas Negeri Padang
      Rina Dewi Mayasari    Universitas Gadjah Mada
      Yufita    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
       



Pembinaan Wilayah (Binwil)    : Wa Ode Nur Isnah, S.Kep. Ns.    Universitas Hasanuddin



Wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut): Sumatera bagian Utara, dan sekitarnya
Koordinator Wilayah    : Mhd. Agus  Salim Kaban    Universitas Sumatera Utara
Staff Ahli    : Amrullah    Universitas Syiah Kuala
      Titin Hartini    Universitas Sumatera Utara
      Alfan Mubarak    Universitas Negeri Medan
      Hendra Musfa Dirman    Universitas Negeri Padang
      Agung  Setiadi M.    Universitas Andalas
      Andre Kurniawan, A.Md    Universitas Sumatera Utara
      Min Fadli    Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan
       



Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel): Sumatera bagian Selatan, dan sekitarnya
Koordinator Wilayah    : Nur  Hasanah, M.Sc.    Universitas Jambi
Staff Ahli    : Herwandi , S.Si    Universitas Bengkulu
      Anang Destian    Universitas Lampung
      M. Wais Al-Kurni    Universitas Sriwijaya
      Yuniarti    STAIN Jurai Siwo Metro Lampung
      Rinaldi    Universitas Muhammadiyah Metro Lampung
       



Wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat (Jabajakal)
Koordinator Wilayah    : Ahmad Ufuwan    Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Staff Ahli    : Panji Nursetia Darma, S.Kom    Universitas  Gadjah Mada
      Aditya Satrya, ST    Institut Teknologi Bandung
      Sri Nuryani, S.Ked    Universitas Tanjungpura
      Munawaroh Megawati, S.Pd    Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
       



Wilayah Kalimantan
Koordinator Wilayah    : Panji Ar Rohman, S.Pi    Universitas Gadjah Mada
Staff Ahli      Siti Masjidah    Universitas Lambung Mangkurat
      Darul Huda Mustaqim    Universitas Lambung Mangkurat
      Wily Astri    Universitas Mulawarman
      Mustika    IAIN Antasari
      Septi    IAIN Antasari
      Ahmad Efendi    Universitas Mulawarman
      Uswatun Hasanah    Universitas  Mulawarman
       



Wilayah Jawa Tengah dan DIY (Jadiy)
Koordinator Wilayah    : Eksa Rusdiyana, S.Si    Universitas Sebelas Maret
Staff Ahli    : Kiki Yulianto,S.P    Universitas Jendral Soedirman
      Subhan    Universitas Negeri Semarang
      Yessi Triana    Universitas Gadjah Mada
      Aji  N. Pakha    Universitas Gadjah Mada
      Rhestu Isworo    Universitas Sebelas Maret
       



Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra)
Koordinator Wilayah    : Febri Azilda, S.Farm    Universitas Brawijaya
Staff Ahli    : Dian Rismawati S.Farm    Universitas Airlangga
      Putri Permatasilla, S.Si    Universitas Brawijaya
      Henik Sri Astuti, SE    Universitas Negeri Surabaya
      Oscar Raydan    Universitas Brawijaya
      Yanuari Dwi P., ST    Universitas Trunojoyo Madura
       



Wilayah Sulawesi
Koordinator Wilayah    : Siti Zakiyah, S.Pd., M.Si    Universitas Negeri Gorontalo
Staff Ahli    : Ahmad I. Mohune S.KM    Universitas Negeri Gorontalo
      Putri Utami Suseno    Universitas Negeri Gorontalo
      Saifullah Said    Universitas Hasanuddin
      Sri Rahayu Indah Samputri    Universitas Hasanuddin
      Andi Ahmadi, S.Pd    Univesitas Haluoleo
       




Salam Akselerasi!

Generasi Inovatif dan Kontributif

Sumber : www.mitimahasiswa.com

Kamis, 19 Januari 2012

Oleh-Oleh dari WUDC Manila 2012... (Oleh Tim EDEC UNP)

Assalamualaikum wr wb

Oleh-oleh dari World University Debating Championship (WUDC) ke 32, Manila, Philippine 

Kali ini EDEC (English Debater Comunity - ilmi FBS) hadir lagi dengan membawa sedikit oleh-oleh dari negeri yang sangat kaya dan terkenal sekali dengan “pearl” atau mutiara nya yaitu Manila, Philippine. Pada tanggal 26 Desember 2011- 4 Januari 2012 kemaren  tiga orang tim debate EDEC sebut saja ukhtina Nurul Huda (Pendidikan Bahasa Inggris 2009/ debater), Ronni Nanda Putra ( Pendidikan Biologi 2008/debater), dan ukhty Wilda Hidayati (Pendidikan Bahasa Inggris 2008/adjudicator/judge)mewakili UNP dalam ajang lomba debate tingkat dunia di Manila, Philippine. Kegiatan tahunan ini selalu mendapatkan antusias tersendiri dari seluruh debater, adjudicator dan juga penikmat debate dari seluruh dunia, terbukti dengan dihadirinya oleh lebih dari 50 negara di dunia dengan jumlah partisipan mencapaii ribuan.

Selasa, 06 Desember 2011

INI MEDAN BUNG, KATA ORANG....!!!

               Ya, Kata-kata dijudul tersebut saya baca melalui milist di perangkat seluler saya saat sudah berada di atas bus ALS yang bertolak dari Padang menuju tanah perjuangan pahlawan Muslim Sisingamangaraja XII. Tanah Sumatera Utara, tepatnya di kota tempat bertengger Istana Maimun dan gudangnya para pengacara. Perjalanan kali ini merupakan kali kedua bagi saya untuk mengikuti kegiatan mahasiswa berskala nasional. Dan ini juga punya kaitan historis dengan kegiatan sebelumnya di Bogor bulan Januari 2011 lalu. Ya, kami (saya dan 8 orang teman dari Ranah Minang) dengan semangat tinggi dan kesatuan tekad berangkat menuju kota Medan untuk mengikuti Temu Ilmiah Nasional yang diangkatkan Bersama oleh MITI Mahasiswa dan 2 lembaga mahasiswa di USU yaitunya SGC (smart Generation Community), dan UKMI Al Falak (sejenis LDF untuk Fakultas MIPA di USU).
                Pertanyaan yang mungkin timbul adalah kenapa kami yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini? Nah begini ceritanya kawan... dahulu kala (kapan yaaaaa????) di kampus kami muncul sebuah kesadaran baru dari para aktivis mahasiswa. Kesadaran untuk mengoptimalkan fitrah kampus sebagai basis keilmuan. Para aktivis tersebut sadar bahwa bangsa kita ini tidak hanya bisa dibangun dengan keahlian politik saja, bangsa kita tak akan mampu berkembang jika hanya dengan memperbanyak orang Sholeh. Tapi bangsa kita Butuh orang-orang Sholeh yang memiliki kepakaran atau kompetensi di bidangnya dan juga punya kemampuan organisatoris yang handal. Berbekal kesadaran itu maka kami berhimpun dan mencoba menyamakan visi. Para veteran aktivis mahasiswa yang sudah hampir pensiun juga mulai memikirkan tentang ini. Tentang membangun kepakaran mahasiswa untuk menyiapkan mereka terjun ke masyarakat saat diwisuda nanti. Hingga kehadiran mereka memang menjadi solusi untuk umat dan bangsa kita, bukan malah menambah beban dari negeri yang sudah susah ini.
Semangat para pendahulu itu terus diwariskan dari generasi ke generasi, sampai pada saya dan teman-teman sekarang. Kami berkumpul dan ber”komunitas” dan membangun kemitraan dengan lembaga pelaksana kegiatan Temilnas ini. Dan Akhirnya, engkau tahu kawan??? Sekarang saya berada di kamar penginapan kami setelah diajak berpusing-pusing menikmati indahnya kota Medan. Kami punya keistimewaan karena baru bisa check out esok pagi, sedangkan acara kita selesai tadi siang. Sehingga kami sedikit merepotkan panitia dengan meminta mereka mengantarkan kami untuk melakukan “Ma’rifatul  (Kota) Medan” >> ehm muun maaf ya panitia, tiada maksud kami untuk menambah beban hidup mu, kamu kan orang Baik… ^_^ <<  
Kami mengikuti kegiatan Temu Ilmiah Nasional Lembaga Keilmuan Mahasiswa dengan Tema “Peran Pemuda dalam Mengembangkan Potensi Wilayah Sumatera berbasis Ristek unggulan”. Kegiatan ini dilangsungkan tanggal 3 dan 4 Desember 2011 di Kampus USU. Rangkaian Kegiatan berupa Seminar Iptek, Seminar Beasiswa LN, Pelatihan + Tes TOEFL dan sharing bersama peserta Mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Bagian utara. Kampus yang berkesempatan hadir antara lain Unsyiah, Unimed, IAIN SU, UNP, Unand dan tuan rumah USU.
 Seminar IPTEK menghadirkan Menristek RI tahun 2009-2011, Bpk Suharna S, Ketua MITI Pusat, Bpk DR. Warsito P Taruno, Dan Salah Satu Petinggi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Ristek USU, DR Yeni Absah. Mereka memaparkan tentang bagaimana membangun Kapasitas Agent of Change,tentang pemuda, teknologi dan pengembangan wilayah, serta tentnag bagaimana USU menjalankan peran pengabdiannya kepada masyarakat melalui lembaga “Cikal” yang menjadi wadah untuk menjembatani hasil-hasil penelitian dari kampus untuk kemudian diaplikasikan dan digunakan untuk membantu menyelesaikan problem masyarakat.
Pemaparan beliau-beliau sangat menarik dan mampu memberi motivasi kepada kami. Apalagi ketika Pak Warsito, ilmuwan cemerlang Indonesia dari Luar negeri yang berani pulang kampung untuk membangun bangsa ini, ditanya oleh seorang peserta tentang perasaannya sebagai peneliti di Indonesia. Teman yang bertanya adalah dari Komunitas Cendekia Unsyiah,cerita punya cerita, dulunya ia pernah mengenyam kursi Presiden Pemerintahan Mahasiswa di Universitas ujung Utara Sumatera ini (pantas saja ia sempat berorasi di tengah aula AKtivis BEM  Cuy… hehe). Ehm, kembali ke Pak Warsito….. Pak Warsito menceritakan pengalamannya dari awal. Tentang penemuannya yang ternyata hanya berasal dari sebuah skripsi. Ia melanjutkan studi ke luar negeri dan Alhamdulillah berhasil.
Pak Warsito bercerita tentang Risetnya menemukan “#### “ (saya lupa gituuuu… maklum lah kagak terlalu ngerti tentang yg begituan, pokoknya sesuatu  banget deh). Ia memutuskan pulang ke Indonesia dengan kesiapan lahir batin mental dan spiritual. Ia sudah memahami bahwa ia pulang nanti tidak akan bisa terlalu berharap banyak dari pemerintah untuk mendukung risetnya. Dan ia siap untuk itu. Maka pulanglah ia, dan benar saja. Ia memulai penelitiannya di Indonesia melalui sebuah ruko berukuran 2x3 meter. Yang berlokasi di tempat yang juga sederhana. Ia berhasil menemukan si “####” tadi dan mengikutsertakannya di pertemuan ilmuwan dunia. Dan harus anda tahu kawan-kawan, bahwa paper pak Warsito ini menjadi salah satu dari sedikit paper yang menjadi paper kunci dan di seminarkan di pertemuan tersebut. Beliau berangkat kesana tanpa dukungan yang penuh, bahkan untuk ongkosnya saja tidak ada. Saat menceritakan ini, aula sempat bergemuruh dengan tepuk tangan berulang kali, karena sang Bapak sempat tergagap dan menahan tangisnya tak mampu membendung haru mengingat masa susahnya kala itu. Setelah paparkan di pertemuan itu, ia langsung mendapatkan tawaran bantuan untuk mengembangkan risetnya itu di eropa… Subhanallah sekali.
Dan ini yang sangat super sekali kawan, jawaban pak Warsito untuk pertanyaan tadi adalah bahwa ia tidak merasa kecewa, tidak marah dan tidak menuntut kepada pemerintah. Karena, sebagaimana yang telah saya sebutkan di atas bahwa ia sudah siap dengan kenyataan yang akan ia hadapi di dalam negeri. Ia juga berbagi prinsip dengan kami, salah satunya yaitu “bersiaplah untuk menjadi yang pertama kali berkorban”. Ya Beliau sudah membuktikannya. Sungguh sangat luarbiasa, dahsyat, bombastic, no pain no gain lah.. ehm.
Penyampaian Pak Suharna dan Buk Yeni juga bagus dan inspiratif. Tapi sayang contoh-contoh yang telah dikerjakan CIKAL yang disampaikan Buk Yeni barang lama semua. Mana yang barunya Buk?? Over all, seminar IPTEK ini bisa menjadi salah satu langkah awal bagi kami mahasiswa di sumatera bagian utara untuk merumuskan dan menentukan peran apa yang bisa kami berikan untuk membangun wilayah sumatera yang kami cintai lahir dan batin ini. Mengapa saya sebut sebagai langkah awal??? Yups, karena yang tahu tentang potensi  dan apa yang dibutuhkan oleh wilayah sumatera tentu anak-anak sumatera sendiri. Ya kan??? Mau nunggu siapa lagi untuk membangun sumatera kita ini???.
Kegiatan berikutnya Seminar Beasiswa, diisi oleh Sensei Edi Syukur dkk. Beliau juga merupakan salah satu pendiri MITI bersama Pak Suharna dan Pak Warsito. Kegiatan ini memberikan semangat dan dorongan bagi mahasiswa untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Karena sebenarnya banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, tinggal bagaimana kita menyiapkan diri untuk menyambut peluang itu. Beasiswa Luar negeri memang banyak, tapi untuk mendapatkannya tak lah mudah. Ia bukanlah doorprise yang didapat oleh orang-orang yang “mendadak beruntung”. Butuh perjuangan dan kerja keras serta kesungguhan. Ayo semangat!!!
 Saya juga bertemu dengan teman-teman mahasiswa pejuang dari kampus-kampus Sumatera bagian Utara. Banyak diantaranya juga sudah saling bertemu di acara Bogor Lalu. Subahanallah sekali rasanya bisa melepas kerinduan. Yang selama ini hanya berkomunikasi melalui dunia-dunia maya akhirnya bisa temu darat lagi. Dan kerennya kali ini bertambah dengan wajah-wajah baru. Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi kami di Ranah Minang. Terutama untuk adek-adek yang baru ikut kali ini. Mudah-mudahan spirit ini saling tertular dan bisa menjadi generator penggerak perjuangan di kampus masing-masing demi bekerja cerdas. Karena sesungguhnya bekerja cerdas untuk Sumatera itu adalah Ibadah.
Banyak cerita dan kisah dibalik layar, di depan layar bahkan disamping layar yang tak bisa tertuliskan di laman ini. Bukan apa-apa, karena memang saking banyaknya pengalaman dan hikmah hingga saya tak tahu harus bagaimana menceritakannya. Saya hanya bisa bermohon, Ridhoilah cita-cita kami Ya Rabb, Ikatlah hati kami dalam cinta kepadaMu, dalam Taat KepadaMu, dalam membela SyariatMu, dan dalam berjuang di JalanMu. Sungguh ya Allah kami melakukan semua ini hanya untuk mencari KeridhoanMu.
Tidak terasa, 2 hari waktu yang sangat singkat sekali. Rasanya baru beberapa menit yang lalu saya duduk dalam keletihan di atas Bus ALS di jalan Padang-Medan, bermain Handphone dan membuka email. Membaca postingan dari salah satu pengarah acara yang dengan luar biasanya menyiapkan kedatangan kami. Kami orang-orang biasa yang ketika sampai di kota Medan disambut dengan keramahan. Ketika akan memasuki aula disambut bak tamu agung. Para panitia dengan senyum berdiri dipinggir koridor jalan utama menuju bangku-bangku barisan depan. Musik latar yang bersemangat dengan narasi yang menggugah. Menyebutkan ucapan selamat datang dan nama-nama kampus kami masing-masing. Subhanallah sekali USU. Ya Allah balasilah usaha dan kesungguhan teman-teman kami di SGC dan Paniti ini ya Allah. Berikan pahala kepadanya. Dan izinkan kelak nanti kami bereuni di Syurgamu.Amin.
Saatnya istirahat untuk mengumpulkan energy guna bertolak esok menuju kehangatan kota Padang. Padang Kota Perjuangan tercinta.
__________________________________________
Medan, 04 Desember 2011, 23.02 WIB